Saturday, January 06, 2007

Let's Begin !

glass - mugSusah - susah gampang ya untuk mendapatkan approval dari google adsense, tapi begitu dapet bigung juga mesti di apain :D Di Indonesia sepertinya pendapatan dari google adsense belum begitu besar, tidak seperti negara tetangga yang emang bahasa mereka di akui oleh google. Apa karena negara ini tidak se maju Inggris, China, Jepang, Prancis ya.. sehingga nge-blog pake bahasa Indonesia itu jarang sekali pengunjungnya atau memang blog ini aja GG "gak gaul" di dunia search engine seperti Google, altavista, yahoo , Answers dan sepupu lainya... masa ngeblog mesti posting keyword search engine yang gi ngetren mulu? kapan bisa nuangin inspirasi menulisnya?.. kapan - kapan kali ya:D

Nah kemarin dapet approval satu adsense dan dengan sukses di pasang disini, yang ini oke banget dalam waktu 2 hari dari register sudah di approve! ye ye ye!! karena nafsu coba ngedaftar blog ini, itu serta disana tapi karena semua koleksi account email sudah pernah di registerkan tapi gaptek jadi ndak bisa lagi deh :[ niantnya mau...

buka alamat email di Gmail, tapi koq sulit ya?... mobilephone numbernya ga ke diteck ya, padahal dah bener masukinnya :[ wah kalau begini kembali ke lap top! ke yahoo mail deh! ga apa mumpung gratis, asal jangan katepe ajah yang banyak kalau account email, tabungan, rumah, tanah, duit yang banyak ga ada ruginya :D

Nah harus pinter - pinter ngakalin supaya tuh iklan ga mencolok banget pas di pasang di website atau blog, pakai sedikit trik seperti di blog ini. Dan yang paling penting adalah tuh iklan ga merusak layout seperti disini yang dalam waktu dekat bakalan di masukin bengkel melihat search hignenya oke... top rank deh!

eh iya ada perubahan format nih pada blog ini, sekarang pake read more! halah!! buat gayaan doank...
Sejatinya sih bukan, karena tunjuannya mulia yaitu menghidari mata anda dari hal - hal yang ga penting seperti blog ini :(

Thursday, January 04, 2007

what happened to FFI?...

Rame - rame mengembalikan Piala Citra, seperti yang di langsir oleh liputan6.com dan media infotaiment. Sejumlah insan perfilman yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia (MFI) mengembalikan Piala Citra yang mereka terima. Sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana yang meraih Piala Citra 2005 untuk film Gie adalah dua di antaranya. Mereka mengembalikan lambang supremasi tertinggi perfilman nasional itu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (3/1). Selain keduanya, sebanyak 22 peraih Piala Citra dari tahun 2004 hingga 2006 juga melakukan aksi yang sama.

Dalam pernyataan sikapnya, MFI menyampaikan pernyataan sikap mendesak pembubaran Lembaga Sensor Film. Mereka juga menolak hasil penjurian Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2006 yang memilih Ekskul sebagai film terbaik.

Komunitas ini juga meminta Panitia FFI 2006 menyampaikan secara terbuka pertanggungjawaban atas penilaian dan penetapan Ekskul sebagai peraih Piala Citra. Para sineas muda ini menilai penyelenggaraan FFI oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tidak transparan, dari sisi pelaksanaan dan pendanaan. Mereka juga mendesak penyelenggaraan FFI dihentikan sementara.

Kepada para penerima Piala Citra, MFI mengajak ambil bagian dalam memulihkan citra perfilman Indonesia dengan mengembalikan penghargaan itu...

Wajarlah pekerja Film Indonesia melakukan itu, kenapa juga FFI memenangkan sebuah film yang tidak menjaga Originalitas dan filmnya sendiri maaf kurang familiar di telingga. Seperti biasa aku sedikit emoh sama karya - karya orang keturunan yang hanya nempelin Made In Indonesia tapi tidak mau ikut andil dalam mendidik masyarakat lewat film, hanya mementingkan uang semata. Lihatlah karya mereka baik film dan sinetron2 yang beredar di televisi, sepertinya bukan Indonesia bangetz karena emang kenyataanya hasil ngejiplakz! peduli apakah sesuai atau tidak dengan culture Indonesia itu soal nanti... Sampai - sampai kadang mikir sendiri apakah Badan Sensor Film masih ada?... kog bisanya membiarkan sinetron2 yang ga mendidik itu beredar di televisi. Jika anda menyaksikan sinetron di televisi : lagi ngetren nih hamil di luar nikah, anak - anak sekolah yang badung dan lebih ke cerita cinta2an dengan menikah di usia muda dan lain2nya. Bukan saya anti hal2 tersebut tapi kenyataanya itu akan membuat tren sendiri di tengah2 remaja. Pada hal waktu sekolah, ga ada yang namanya ga masukin baju, pakean di model-modelin dan ga ada tuh assesories yang boleh melekat di badan... bisa di jemur di lapangan Upacara deh!

who is perfect?...

merah putihYuk rame - rame melihat kinerja badan dan instansi serta wadah - wadah yang menampung dan menjalankan tugas dari masyarakat belakangan ini kurang memuaskan deh...
apalagi pelayanan publick... sanggat parah dan selalu alasannya dana yang terbatas.
Memalukan! Tepat memang lagunya Iwan Fals "manusia setengah dewa", semua lebih mementingkan perutnya sendiri tak peduli kesengsaraan masyarakat.
Hanya janji!! itulah yang terjadi pada kasus korban Gempa Yogya, Lumpur Panas Lapindo-Sidoarjo yang masih berlarut2..

Lamban bin lelet binti lemot!! Penanganan korban bencana dan musibah selalu terkesan lamban dan kurangnya kordinasi antara Instasi - instansi terkait, maklumlah di sini terlalu banyak birokrasi yang tumpang tindih dalam mengambil kebijakan...
Pembohong!! alasan dan pintar mencari kambing hitam adalah kebiasaan pejabat berwenang untuk menghindari dan di per-salahkan oleh masyarakat, anda pasti sering dengar keterbatasan dana", "ketidak tersediaan alat yang memadai", "medan yang susah di jangkau", "cuaca yang buruk" dan sebagainya.
Rasakan!! nih akibat nyalahin alam dan menjadikan alam sebagai kambing hitam tanpa pernah intropeksi diri kepada alam... sekarang nikmati saja balasannya dari alam, musibah tak hentinya menimpa negeri ini.

Kenapa sih pemerintah senang banget bikin badan ini itu hanya buat ngurusin hal yang sama?... menghabiskan uang negara saja! urusan tetap ajah lamban selesainya. Kenapa sih senang banget membiarkan sumber alam di colong tetangga, pada hal itu masa depan negeri ini?... Kalau pemerintah bisa menyelamatkan sumber daya alam yang ada misalnya ilegal loging, berapa uang yang terselamatkan dan berapa jiwa yang selamat dari longsor dan banjir seperti yang sedang terjadi di Kab. Tamiang NAD.
Dan demen banget ngutang ya... ga coba ngelola alam ini dengan baik supaya ga ngimpor beras dan gula... pan masih banyak rakyat yang mengangur.
Serta pejabat sekarang pada pinter ngeblinger, ga tahu apa kalau banyak penganguran yang siap megantungnya dan mengantikannya setiap saat, bisanya cuma ngabisin uang rakyat dan minta uang tips dari rakyat!

Kapan merdekanya kalo begini!! apa lagi maju!!
Ada yang tersingung dengan tulisan diatas?... nikmati saja :D

Tuesday, January 02, 2007

We Love Indonesia !

Indonesian GirlKeren banget deh iklan tahun barunya rokok Gudang Garam diangkat dari tema besar "Rumahku Indonesiaku", "Cahaya Asa" sedikit lebih panjang durasinya dari pada iklan peringatan Proklamasi pendahulunya. Hari Minggu dua hari lalu aku sempat menyimak bagaimana proses pembuatanya yang di tayangkan di Trans TV [lupa ih], proses yang menghabiskan waktu 10 hari di 10 titik lokasi di Jawa dan Bali ini, apakah ini singkat atau cukup untuk membuat iklan se bagus itu?... Lokasi yang benar - benar natural dengan visualisasi yang artistik sekali mampu menampilkan Indonesia dari sisi lainnya...
Jadi bangga sama negeri sendiri dan karya anak negeri [emang dulu ga bangga?...]Dulu suka ngiri lihat iklan Air Malaysia dgn Departemen pariwisatanya yang iklannya keren dengan pengakuan mereka tentang "Malaysia, truly Asia " yang menampilkan ragam budaya yang ada di Malaysia... sekarang ga lagi deh...

Kembali ke lap top!... upsh! kembali ke iklan "Cahaya Asa".
Pertama lihat di TV sempat nanya sama bini "itu film apaan sih?.. sepertinya bagus..." dan di jawab dengan nada ngeledek " xixixi gimana sih, itu mah iklan tahun baru bukan film". Sambil menyimak iklan, aku bergumam keren nih ada animasi dan menampilkan alam Indonesia dan budaya indonesia yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dan trenteng!! seperti cerita sebelumnya aku bisa menyimak proses pembuatanya, proses di hutan dan danau [lupa namanya euy!] di daerah Jawa Timur dan Pulau Menjangan di Bali. Pengambilan gambar dari Udara dengan hely, dan pengambilan gambar wanita sedang menapih beras di usung dua laki2 dan berasnya berubah menjadi burung2 itu di lakukan di salah satu aula Sekolah Seni di Bali.
Banyak proses yang sempat aku simak dari pemilihan kostum, latihan dan proses pengambilan gambar yang berulang2 karena misalnya ketepatan waktu yang kurang pas pada saat mengankat batik dari celupan, panah yang jatuh sebelum di lontarkan dll.

Memang yang mendominan iklan ini adalah sosok perempuan dan budaya Jawa dan Bali, itu terlihat dari sosok perempuan meniup "terompet", perempuan menapih beras, peremuan bermain air, perempuan2 menumbuk padi, perempuan menari dengan anak2 kecil,perempuan memukul 2 gong,perempuan menari diatar batik yang sedang di jemur, perempuan2 menari dengan tapih, perempuan diusung sedang menapih beras, perempuan bali sedang menyungi sesaji, dan terakhir perempuan perempuan melontarkan panah[dari Kalimantan] dan tombak[dari Papua]. Sementara laki - laki dalam iklan ini hanya terlihat pada "pencelupan batik, pengiring perempuan yang diusung di atas bukit dan terakhir tarian yang membentuk simulasi bunga pada set ngaben sebelum para perempuan melontakan panah dan tombak.

Hidup Karya Anak Negeri!! iklan ini semua prosesnya dikerjakan oleh anak - anak negeri ini.
Tim produksi Iklan "Cahaya Asa"
Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Rumahku Indonesiaku: Cahaya Asa
Duration: 180"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Creative Advisor: Jay Subiyakto
Production House: 25 Frame
Film Director: Ipang Wahid
Fashion Designer: Edward Hutabarat
Fotographer: Davy Linggar & Oetomo
Music: EGG Production
TC: Grade One
Post: VHQ
Model: Fahrani, Endhita dan I Ketut Rena

Total syuting sekitar 10 hari, melibatkan 100 orang kur, di 10 titik lokasi di Jawa Timur dan Bali, 9 hari perjalanan darat dan udara